Riko Andrean salah satu bobotoh asal Cicadas yang menjadi korban salah sasaran bobotoh, kini ia tak sadarkan diri dan sekarang harus dirawat di RS Santo Yusuf, Ruang Lukas 7, Minggu (23/7). Riko yang sedang menyaksikan laga Persib kontra Persija, kemarin (22/7) malam di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, datang bersama temannya di Tribun Utara, Kebetulan Riko yang diketahui bekerja di Yogya, Lucky Square ini, tidak menggunakan atribut Persib atau serba biru. Kronologis kejadiannya saat istirahat babak pertama Riko yang sedang menyantap bekal makanannya, tiba-tiba mendengar teriakan dari belakang “The Jak, The Jak” lalu ia menolehkan kepalanya kebelakang, dan ia pun menghampiri sumber keributan itu karena ingin melihat apa yang sedang terjadi disana.

Tak disangka saat sampai disumber keributan, The Jak yang sedang dikeroyok oleh oknum bobotoh itu, berlindung ke arah Riko. Tak lama berselang ada bobotoh yang berteriak “The Jak” sambil menujuk saudara Riko, tak ayal Riko pun terkena keroyokan bobotoh yang sedang emosi, karena adanya supporter rival yang sedang menyusup.

Rekan korban dengan sigap berteriak bahwa Riko bukanlah The Jak tapi ia juga sama seorang bobotoh, namun karena emosi bobotoh yang saat itu tak tertahankan lagi, membuat teriakan rekan Riko tak di dengar, bahkan rekan korban pun terkena pukulan. Keributan pun menjadi Chaos, hingga akhirnya Riko yang diketahui sebagai anak Yatim Piatu ini tumbang berceceran darah dan tak sadarkan diri di Tribun Utara. Rekan korban yang mencoba melindungi Riko, menunjukan KTP Riko, barulah bobotoh berhenti mengeroyok dia namun bisa dibilang terlambat karena Riko yang sudah tumbang tak sadarkan diri.

Setelah tak sadarkan diri Riko pun dibawa ke RS AMC Cileunyi untuk diberikan pertolongan pertama. Riko diantar ke RS tersebut oleh pihak kepolisian dan rekan-rekannya. Setelah diberikan pertolongan pertama di RS AMC Cileunyi Riko yang lahir pada tahun 1995 ini harus dirujuk ke RS Santo Yusuf. Seperti pepatah “sudah jatuh, tertimpa tangga” menurut informasi Riko tidak hanya dikeroyok saja tapi motor dan dompetnya pun raib berserta STNK –nya. Stop anarki! Ingat epak bola adalah media untuk pemersatu bukan untuk memecah belah, apalagi hingga memakan korban jiwa. (Ivan Nuerholis Majid)